Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 31 Januari 2012

Pengaruh Pupuk Terhadap Pertumbuhan Biji Kangkung

BAB I
PENDAHULUAN
 A.     Latar Belakang
Urbanisasi penduduk pedesaan ke daerah perkotaan tidak dapat dihindari karena pesatnya pertumbuhan ekonomi di daerah perkotaan. Meningkatnya jumlah penduduk di daerah perkotaan membawa dampak terhadap peningkatan kebutuhan pangan, khususnya sayuran.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi sayuran, namun demikian masih belum dapat mengimbangi permintaan pasar. Keadaan ini dimungkinkan antara lain sebagai akibat peningkatan jumlah penduduk, perbaikan pendapatan dan peningkatan kesadaran gizi masyarakat. Selain itu di kota-kota besar tumbuh permintaan pasar yang menghendaki komoditas sayuran dengan kualitas yang baik dan dengan berbagai jenis yang lebih beragam.
Berbagai jenis komoditas sayuran diusahakan oleh petani di daerah pinggiran perkotaan dalam luas garapan yang sempit (£ 25 are), seperti sawi (caisim), bayam, kangkung, terong, cabe, tomat, bawang merah, bawang putih, kacang panjang dan sebagainya (Soethama et al., 1998). Umumnya dalam satu penguasaan lahan, diusahakan beraneka ragam komoditas sayuran dalam petakan yang berbeda, misalnya disamping diusahakan komoditas sayuran sawi hijau (Caisim), ditanam juga bayam, kangkung, cabe, kacang panjang dan komoditas sayuran lainnya.
Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.
Selain pemberian pupuk organik, pemberian pupuk urea sebagai sumber hara N merupakan usaha yang banyak dilakukan dalam meningkatkan produktivitas sayuran khususnya Kangkung. Pupuk urea sebagai sumber hara N dapat memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, dimana tanaman yang tumbuh pada tanah yang cukup N, berwarna lebih hijau (Hardjowigeno, 1987).
Usahatani sayuran di pinggiran perkotaan dihadapkan pada masalah sempitnya lahan serta tingginya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lingkungan, sehingga dengan demikian penerapan budidaya hemat lahan dengan menitik beratkan pada masukan/input organik perlu dilakukan. Mengingat peran pupuk organik dan pupuk urea sebagai sumber N dalam tanah dan tanaman sangat penting, maka disusunlah penelitian lapang untuk mempelajari pengaruh pupuk  urea terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.
 B.    Rumusan Masalah
Setelah memberikan pokok masalah yang mendasari penulisan karya tulis ilmiah, penulis merumuskan masalah sebagai berikut.
  1. Bagaimana pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan tanaman?
  2. Bagaimana prospek interaksi pupuk terhadap tanaman?
Hal-hal inilah yang memberi semangat bagi penulis untuk memecahkan masalah tersebut dan menuangkannya ke dalam karya tulis ilmiah secara detail.
C.    Tujuan Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan tujuan:
  1. Mengetahui pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan tanaman.
  2. Mengetahui prospek interaksi pupuk terhadap tanaman.
D.    Manfaat Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini ada beberapa tujuan yang ingin di raih, yaitu:
Bagi Masyarakat:
  1. Memberi peluang usaha yang prospektif.
Bagi Siswa/Penulis
  1.             Memperluas dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian;
  2. Melatih kemampuan penulis untuk memecahkan masalah dan menuangkan ke dalam karya tulis ilmiah;
  3. Untuk melatih mengembangkan potensi dan keterampilan proses ilmiah serta membantu siswa mengenal dan mendekatkan diri pada objek atau persoalan biologi.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

KAJIAN TEORI
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : I. aquatic

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.
Ada dua bentuk kangkung. Kangkung mempunyai daun yang licin dan berbentuk mata panah, sepanjang 5-6 inci. Tumbuhan ini memiliki batang yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun. Tumbuhan ini bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih, yang menghasilkan kantung yang mengandung empat biji benih. Terdapat juga jenis daun lebar dan daun tirus.
Ada dua jenis penanaman diusahakan: kering dan basah. Dalam keduanya, sejumlah besar bahan organik (kompos) dan air diperlukan agar tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Dalam penanaman kering, kangkung ditanam pada jarak 5 inci pada batas dan ditunjang dengan kayu sangga. Kangkung dapat ditanam dari biji benih atau keratan akar. Ia sering ditanam pada semaian sebelum dipindahkan di kebun. Daun kangkung dapat dipanen setelah 6 minggu ia ditanam. Seikat daun kangkung.
Jika penanaman basah digunakan, potongan sepanjang 12-inci ditanam dalam lumpur dan dibiarkan basah. Semasa kangkung tumbuh, kawasan basah ditenggelami pada tahap 6 inci dan aliran air perlahan digunakan. Aliran air ini kemudian dihentikan apabila tanah harus digemburkan. Panen dapat dilakukan 30 hari setelah penanaman. Apabila pucuk tanaman dipetik, cabang dari tepi daun akan tumbuh lagi dan dapat dipanen setiap 7-10 hari.
Semasa berbunga, pucuk kangkung tumbuh dengan lambat, tetapi pembajakan tanah dan panen cenderung menggalakkan lebih banyak daun yang dihasilkan.

Pupuk
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Urea
Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Senyawa ini adalah senyawa organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa anorganik, yang akhirnya meruntuhkan konsep vitalisme.

BAB III
METODE PENELITIAN

A.     Tempat Penelitian
Untuk  perlakuan penanaman, pengamatan serta pengolahan dan penyusunan  data laporan tanaman kangkung dilakukan di Rumah.
B.    Waktu Penelitian
Persiapan          : 29 Agustus 2011
Penanaman      : 1 september 2011
Pengukuran      : 10,15,20 september 2011
Olah data           : 28-30september 2011
C.    Alat dan Bahan
    1. Alat :
a)  Polibag
b)  Penggaris
c)  Pulpen
d)  Buku tulis
e)  Kamera digital

  1. Bahan :
a)  Tanah
b)  Biji tanaman kangkung
c)  Air
d)  Pupuk
D.    Rancangan Penelitian
Penelitian ini melibatkan satu faktor, yakni variasi kadar pupuk yang terdiri dari 1-3 taraf, yaitu 100gram, 150gram, 250gram. Perlakuan terdiri dari 3 kali pemberian pupuk. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) sederhana.

E.     Cara Kerja Penelitian
    1. A.     Penanaman
    2. Memilih bibit tanaman yang ungul
    3. Menyiapkan alat dan bahan
    4. Menanam bibit  ke dalam polibag besar
    5. Menyiram tanaman setiap hari
    6. Mengukur tinggi tanaman pada hari ke-10
    7. Memberi pupuk pada hari ke 10
    8. Mengukur tinggi dan banyaknya daun pada hari ke-15
    9. Mengukur pertumbuhan dan perkembangan pada hari ke-20

  1. B.     Pengolahan Data
  2. Melakukan observasi
  3. Mengumpulkan data
  4. Mengedit data
  5. Membuat laporan penelitian
F.     Analisis Data
    1. 1.     Hasil Data Pengamatan
POT
TINNGI
LEBAR
BANYAK
POHON
DAUN
DAUN
1
3 cm
kotiledon belum lepas
 -
2
2,80 cm
kotiledon belum lepas
 -
3
3 cm
kotiledon belum lepas
 -
4
2,50 cm
kotiledon belum lepas
 -
5
2,80 cm
kotiledon belum lepas
 -

Gambar. 1 kondisi tanaman pada hari ke-10
POT
TINNGI
LEBAR
BANYAK
DOSIS
POHON
DAUN
DAUN
PUPUK
1
5 cm
1cm
4 helai
150 gr
2
4,5 cm
0,5 cm
3 helai,kotiledon masih ada
200 gr
3
5 cm
1 cm
4 helai
250 gr
4
4 cm
0.5 cm
3 helai,kotiledon masih ada
300 gr
5
4 cm
0.5 cm
4 helai,kotiledon masih ada
350 gr

Gambar.2 Kondisi tanaman pada hari ke-15 serta pemberian pupuk


POT
TINNGI
LEBAR
BANYAK
DOSIS
KETERANGAN
POHON
DAUN
DAUN
PUPUK
1
5 cm
1cm
4 helai
150 gr
2 Hari setelah diberi pupuk
2
4,5 cm
0,5 cm
3 helai,kotiledon masih ada
200 gr
2 Hari setelah diberi pupuk
3
5 cm
1 cm
4 helai
250 gr
1.5 Hari setelah diberi pupuk
4
4 cm
0.5 cm
3 helai,kotiledon masih ada
300 gr
1 Hari setelah diberi pupuk
5
4 cm
0.5 cm
4 helai,kotiledon masih ada
350 gr
1 Hari setelah diberi pupuk

Gambar. 3 Kondisi tanaman pada hari ke-20, tanaman mati akibat pemberian pupuk di usia muda.
  1. 2.    Pengaruh Pupuk Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Peningkatan dosis pupuk urea dapat meningkatkan N-total dalam tanah. Peningkatan kadar N-total dalam tanah dimungkinkan melalui dua cara, yaitu secara langsung dimana semakin tinggi dosis pupuk urea yang diberikan sebagai sumber N maka jumlah hara N yang diberikan ke dalam tanah juga semakin tinggi, sehingga kadar N-total dalam tanah meningkat. Secara tidak langsung, peningkatan dosis urea akan menyebabkan peningkatan aktivitas dari mikroorganisme dalam merombak pupuk organik yang diberikan, sehingga dengan demikian semakin banyak N-organik yang termineralisasi dari pupuk organik yang diberikan.
Namun apabila pemberian pupuk ke tanaman pada umur kurang dari satu setengah bulan, akan mengakibatkan tanaman tidak akan tumbuh dengan subur, karena tanaman masih sangat mudah serta belum mampu melakukan sintesis terhadap pupuk yang diberikan. Semakin tinggi dosis pupuk yang diberikan akan mempercepat layu tanaman, sehingga lama kelamaan tanaman akan hangus/mati akibat konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi



BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
  • Ø Pemberian pupuk pada tanaman di usia kurang dari satu setengah bulan akan mengakibatkan tanaman tidak akan tumbuh dengan subur, bahkan tanaman akan mati karena konsentrasi pupuk yang sangat tinggi.
  • Ø Pemberian pupuk dengan dosis yang sangat tinggi menyebabkan tanaman menjadi kerdil.

B.    Saran
  • Ø Para petani seharusnya menerapkan menejemen yang baik dalam usaha budidaya tanaman kangkung.
  • Ø Para petani seharusnya mencari trobosan baru untuk meningkatkan kualitas hasil produksinya
  • Ø Pemerintah seharusnya memberikan bantuan kepada para petani, khususnya subsidi pupuk yang murah.

 
DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigeno, S. 1987. Ilmu Tanah. PT. Medyatama sarana Perkasa. Jakarta. Hlm. : 73-76.
Soepardi, G. 1979. Sifat dan Ciri Tanah. Departemen Ilmu-Ilmu Tanah, IPB Bogor. 59 hlm.
Notohadiprawiro, T. 1998. Tanah dan Lingkungan. Dirjen Pendidikan Tinggi. Depdikbud. Jakarta.
Nurhayati Hakim, M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.K. Saul. M.A. Diha, G.B. Hong dan H.H. Bailey. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Unila. 488 hlm.
Barrer, R.M. (1978) Zeolites and Clay Minerals as Sorbents and Moleculer Sieves. Academic Press. London.
Nazaruddin. 1983. Budidaya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Jakarta: Penebar Swadaya.
[PPT] Pusat Penelitian Tanah. 1983. Kriteria Sifat Kimia Tanah. Bogor: Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Soepardi G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Sarief, E. S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.
Suwardi, et al.(1994). The quality of Natural Zeolites from japan and Indonesia and Their Application Effects for Soil Amendment. Jour. Agri. Sci. Tokyo Nogyo Daigaku, 39 (3), 133-148

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar