Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 31 Januari 2012

Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan Vegetatif Anggrek Oncidium

Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman adalah dengan pemberian pupuk kandang dan urea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bibit Lebak Bulus Dinas Pertanian DKI Jakarta Lebak Bulus Jakarta Selatan dari bulan Desember 2002 sampai dengan bulan Februari 2003. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok tiga ulangan dengan penyusunan perlakuan faktorial. Faktor pertama jenis pupuk kandang yaitu : (A) kotoran Ayam, (B) Kotoran Kambing, (C) kotoran Sapi, dan (D) kotoran Kuda. Faktor kedua konsentrasi pupuk urea yaitu : (P1) 0,6 g/l air, (P2) 1,2 g/l air, dan (P3) 1,8 g/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beberapa jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Onchidium Golden Shower sampai umur 10 MST. Interaksi antara jenis pupuk kandang dengan konsentrasi pupuk urea berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 2 MST dan panjang daun terpanjang pada umur 10 MST.


Kata kunci : Oncidium, Pupuk kandang, Urea, Pertumbuhan vegetatif


ABSTRACT. Elfarisna, Parsan and Sularno. 2004. The effects of manure and the concentration of urea fertilizer on orchid vegetative growth of Oncidium. The experiment was aimed to obtain the effects of manure (chicken, goat, cow, and horse) and urea level on orchid vegetative growth (Oncidium Golden Shower) . This experiment was carried out at Nursery Field of Agricultural Unit DKI Jakarta, Lebak Bulus South Jakarta between December 2002 and February 2003. The experiment was conducted using a randomized block design with two factors. The first factor was manure (chicken, goat, cow, and horse), and the second was urea level (0,6 g, 1,2 g, 1,8 g/litre water) in three replications. The results showed that manure and urea level had not significant effect on vegetative growth of orchid (Oncidium Golden Shower ) until 10 weeks after plant. The interaction effect manure and urea level were significant on leaf number at 2 weeks after plant and leaf length at 10 weeks after plant.



Keywords : Oncidium, Manure, Urea, Vegetative growth


Anggrek merupakan tanaman berbunga indah yang tersebar luas di pelosok dunia, termasuk Indonesia. Kontribusi anggrek Indonesia dalam khasanah anggrek dunia cukup besar. Dari 20.000 spesies anggrek yang tersebar di seluruh dunia, 6.000 di antaranya berada di hutan-hutan Indonesia. Selain anggrek spesies, dikenal juga beberapa hasil silangan atau hibrida. Diperkirakan setiap tahun dihasilkan 1.000 hibrida baru (Sandra, 2003).

Golongan Oncidium memiliki ciri yang menonjol yaitu bibir bunga yang besar bundar dan berwarna kuning bernoktah coklat tua dan tipe pertumbuhan simpodial, yaitu pertumbuhan ujung-ujung batangnya terbatas, dan diperbanyak dengan cara displit (Soeryowinoto, 1974). Untuk memacu pertumbuhan anggrek terutama Oncidium golden shower perlu dilakukan pemilihan media dan takaran pupuk yang tepat sehingga pertumbuhan dan produksi bunga sesuai dengan harapan, baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas.

Pupuk kandang merupakan sumber unsur hara bagi tanaman yang murah dan mudah diperoleh. Macam-macam pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain-lain. Selain mengandung unsur hara, pupuk kandang juga membantu dalam penyimpanan air, terutama pada saat musim kemarau.

Menurut Hendaryono dan Sriyanti (1998) pupuk kandang yang baik berasal dari kotoran kuda yang telah mengalami dekomposisi yang baik, cara penggunaannya dicampur dengan sekam padi untuk memperbaiki porositas media, sehingga dapat memperlancar aerasi dan drainase. Perbandingan antara pupuk kandang dengan sekam padi adalah 2 : 1.

Di awal pertumbuhan, tanaman sangat banyak membutuhkan unsur hara, terutama unsur nitrogen. Karena jumlah unsur hara yang tersedia pada media sangat terbatas, perlu dilakukan pemberian pupuk lebih lanjut, baik pada media maupun pada daun. Nitrogen (N) merupakan unsur utama penunjang pertumbuhan vegetatif tanaman yang berperan dalam pertumbuhan akar, bulb, batang, keiki, daun dan awal pembentukan bunga pada anggrek (Hendaryono dan Sriyanti, 1998).

Dosis pemupukan yang kurang tepat dapat memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan tanaman anggrek. Menurut Gunawan (1985) tanaman yang kekurangan nitrogen menunjukkan gejala daun baru menjadi kerdil, dan sebaliknya kelebihan nitrogen tanaman menunjukkan pertumbuhan dan batang yang cepat, namun batang lemah dan pembungaan terhambat sehingga mengingat pentingnya peranan media dan Nitrogen dalam pertumbuhan dan perkembangan anggrek Oncidium golden shower, perlu dilakukan suatu penelitian terhadap jenis media tanam, dan dosis nitrogen yang tepat untuk budidaya anggrek Oncidium Golden Shower.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk ; 1) Mengetahui jenis pupuk kandang yang cocok untuk pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower, 2) Mengetahui konsentrasi pupuk urea yang cocok untuk pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower, 3) Mengetahui pengaruh interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower.

Jenis pupuk kandang, konsentrasi pupuk urea dan interaksi keduanya diduga berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi media tanam yang cocok untuk anggrek Oncidium Golden Shower.


BAHAN DAN METODE

Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2002 sampai dengan Februari 2003 di Kebun Bibit anggrek Dinas Pertanian DKI Jakarta, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Lokasi kebun berada pada ketinggian 26,2 m dpl, terletak pada 160o LS dan 106o BT, suhu rata-rata bulanan 24,1oC, kelembaban relatif rata-rata 82 %, curah hujan tahunan 2,209 mm, penyinaran matahari rata-rata 60,3%.

Bahan yang digunakan adalah bibit dari tanaman anggrek Oncidium Golden Shower yang telah dipilih, potongan sabut kelapa, sekam, kotoran sapi, kotoran ayam, kotoran kambing dan kotoran kuda, urea, TSP, KCl, Benlate dengan konsentrasi 2 g/l air dan Curacron 50 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan pola faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk urea yang diulang tiga kali. Setiap perlakuan terdiri atas 3 pot. Perlakuannya adalah :

1. Pupuk kandang yang terdiri dari :

A = pupuk kandang ayam

B = pupuk kandang kambing

C = pupuk kandang sapi

D = pupuk kandang kuda

2. Konsentrasi pupuk urea terdiri dari :

P1 = 0,6 g/l air

P2 = 1,2 g/l air

P3 = 1,8 g/l air

Jika hasil uji F berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5%.


Pelaksanaan.

1. Pembuatan media tanam

Media tanam yang dimaksud adalah campuran sekam dengan berbagai jenis pupuk kandang. Adapun cara pembuatan media adalah sebagai berikut :

a. Pupuk kandang dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 hari, kemudian dibersihkan dari bahan-bahan lain seperti batu, rumput dan bahan-bahan lain.

b. Pupuk kandang (ayam, sapi, kambing, kuda) dan sekam disangrai terlebih dahulu untuk membunuh bakteri atau jamur.

c. Pupuk kandang dan sekam yang telah disangrai dicampurkan dengan perbandingan 2 : 1, dan diaduk sampai merata.

2. Persiapan sabut kelapa.

Sebelum digunakan, sabut kelapa dikeringkan terlebih dahulu, sabut kelapa dipotong-potong sepanjang + 10 cm. Potongan sabut kelapa tersebut digunakan sebagai penjepit rizoma anggrek Oncidium Golden Shower, sehingga bibit tidak mudah rebah. Penjepitan pada bulb harus dihindari karena dapat menghambat pertumbuhan anakan/tunas baru.

3. Persiapan pot.

Pot yang digunakan adalah pot tanah berdiameter 15 cm. Sebelum digunakan, pot terlebih dahulu dicuci, disiram untuk menghilangkan debu-debu dan kotoran lain yang menempel di pot.

4. Persiapan bibit

Bahan tanaman diambil dari tanaman yang sehat dan subur dengan cara displit. Menurut Soeryowinoto dan Soeryowinoto (1997) anggrek simpodial, pada dasarnya jika sudah mempunyai enam bulb sudah dapat displit menjadi dua tanaman masing-masing tiga bulb.

Bahan tanaman (bibit) yang digunakan tidak sedang berbunga atau dalam masa pertumbuhan vegetatif. Bibit diusahakan dalam pertumbuhan yang seragam, terutama bulb yang akan diamati.

5. Penanaman

Penanaman dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

a. Rhizoma bibit dijepit dengan dua potongan sabut kelapa, kemudian diletakkan pada dasar pot, sambil ditekan, ditambahkan potongan sabut kelapa agar bibit dapat berdiri tegak.

b. Media yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam pot sampai mendekati bibir pot, kira-kira 1 cm dari permukaan pot.

c. Setelah penanaman selesai, tanaman disiram sampai basah.

Dalam penanaman bibit diposisikan dengan bulb yang lebih tua mendekati sisi pot, hal ini mengingat tipe pertumbuhan anggrek Oncidium Golden Shower yang simpodial. Waktu penanaman dilakukan sore hari pada tempat yang ternaungi.

6. Pemupukan.

Pemupukan TSP dan KCl dilakukan pada saat tanam dengan cara memasukkan ke dalam media tanam. Dosis TSP dan KCl yang diberikan adalah 1,2 gr per tanaman. Sedangkan pupuk urea (perlakuan) diberikan setelah tanaman berumur 1 MST dengan frekuensi pemupukan seminggu dua kali. Konsentrasi pemupukan diberikan menurut perlakuan masing-masing

7. Pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Pengendalian gulma dilakukan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh kemudian membuangnya. Sedangkan pengendalian hama yaitu keong dibasmi dengan Curacron 2 cc/l air dan pengendalian penyakit disemprot Benlate 2 g/l air sekali sebulan.

Peubah yang diamati adalah sebagai berikut : jumlah daun diamati pada bulb yang telah ditentukan, tinggi tanaman diukur dari permukaan media sampai ujung daun tertinggi, jumlah bulb dihitung pada setiap pot, dan panjang daun terpanjang diukur pada bulb yang sama dengan pengamatan jumlah daun.



HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Keadaan Umum

Selama pelaksanaan penelitian tanaman memperlihatkan pertumbuhan yang seragam. Hal ini seiring dengan hasil pengujian analisis ragam bahwa pengaruh jenis pupuk kandang, konsentrasi pupuk urea dan interaksi keduanya menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun pada umur 4 MST, 6 MST, 8 MST dan 10 MST, tinggi tanaman dan jumlah bulb pada umur 2 MST sampai 10 MST.

Sedangkan peubah jumlah daun pada umur 2 MST dan panjang daun terpanjang yang diamati pada umur 10 MST menunjukkan pengaruh tidak nyata ditunjukkan oleh perlakuan jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea, tetapi interaksi keduanya menunjukkan pengaruh sangat nyata.

Pada umur 4 MST perlakuan kombinasi BP2 ( pupuk kandang kambing dan urea 1,2 g/l) terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur. Hal ini ditandai adanya benang-benang hifa berwarna keputihan disekitar bulb yang terserang. Penyakit ini menyebabkan busuk akar, bulb, dan gugur daun. Sebagai langkah penanggulangannya dilakukan penyemprotan fungisida benlate sesuai dosis yang dianjurkan. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali.


B. Hasil Penelitian

1. Jumlah Daun.

Pengamatan jumlah daun dilakukan setiap dua minggu sekali pada umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, dan 10 MST. Jumlah daun pada anggrek Oncidium Golden Shower memiliki pertumbuhan yang terbatas. Pertumbuhan daun akan terhenti setelah bulb memasuki pertumbuhan generatif. Berdasarkan analisis ragam jumlah daun menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Sedangkan interaksi antara keduanya menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 2 MST (Tabel 1 dan 2).



Tabel 1. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea terhadap Jumlah Daun (helai) Anggrek Oncidium Golden Shower. (The effects of manure and urea level on leaf number Oncidium Golden Shower orchid).

Perlakuan (treatment)
Jumlah Daun (leaf number)
2 MST
4 MST
6 MST
8 MST
10 MST
Jenis Pupuk Kandang (manure)
A (Ayam) (chicken)
6,84
6,63
6,59
6,56
6,11
B (Kambing) (goat)
6,82
6,48
6,37
6,26
5,78
C (Sapi) (cow)
6,48
6,33
6,03
6,04
5,52
D (Kuda) (horse)
6,48
6,63
6,11
6,22
5,56
Konsentrasi Pupuk Urea (urea level)
P1 (0,6 g/l)
6,63
6,39
6,20
6,22
5,69
P2 (1,2 g/l)
5,61
5,61
6,13
6,14
5,58
P3 (1,8 g/l)
6,59
6,59
6,58
6,58
5,94

MST = minggu setelah tanam (week after planting)


Tabel 2: Pengaruh Interaksi Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea Terhadap Jumlah Daun Anggrek Oncidium Golden Shower (The interaction effect of manure and urea level on leaf number Oncidium Golden Shower orchid).

Perlakuan (treatment)
Jumlah daun (leaf number)
2 MST
4 MST
6 MST
8 MST
10 MST
AP1
6,78 ab
6,33a
6,11a
6,33a
6,00a
AP2
6,67 ab
6,56a
6,56a
6,55a
6,00a
AP3
7,10 b
7,00a
7,11a
7,00a
6,33a
BP1
6,89 ab
6,78a
6,67a
6,67a
5,78a
BP2
6,91 ab
6,00a
5,78a
5,78a
5,44a
BP3
6,67 ab
6,67a
6,67a
6,33a
6,11a
CP1
6,33 a
6,44a
6,22a
5,89a
5,78a
CP2
6,44 ab
6,33a
6,11a
6,11a
5,11a
CP3
6,67 ab
6,22a
6,11a
6,11a
5,67a
DP1
6,44 ab
6,00a
5,78a
6,00a
5,22a
DP2
6,78 ab
6,56a
6,11a
6,11a
5,78a
DP3
6,33 a
6,44a
6,44a
6,22a
5,67a

Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT pada taraf 5% (Numbers followed by the same letters in the same column are not significantly different at 5 % of LSD).


2. Tinggi Tanaman.

Pengamatan tinggi tanaman dilakukan pada umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, 8 MST dan 10 MST. Berdasarkan analisis ragam menunjukkan bahwa jenis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman anggrek Oncidium Golden Shower. Demikian halnya dengan pengaruh konsentrasi pupuk urea dan interaksi keduanya menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman (Tabel 3).


Tabel 3. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea Terhadap Tinggi Tanaman (cm) Anggrek Oncidium Golden Shower (The effect of manure and urea level on plant height Oncidium Golden Shower orchid).

Perlakuan (treatment)
Tinggi Tanaman (plant heigth)
2 MST
4 MST
6 MST
8 MST
10 MST
Jenis Pupuk Kandang (manure)
A (Ayam) (chicken)
23,51
25,83
27,54
28,79
29,79
B (Kambing) (goat)
21,45
23,14
24,66
26,00
29,03
C (Sapi) (cow)
24,90
27,62
28,22
29,34
30,27
D (Kuda) (horse)
23,20
25,75
27,68
29,06
30,20
Konsentrasi Pupuk Urea (urea level)
P1 (0,6 g/l)
24,56
27,14
28,15
27,51
30,46
P2 (1,2 g/l)
23,32
25,26
26,58
27,63
29,26
P3 (1,8 g/l)
21,92
24,32
26,33
28,42
30,25


3. Jumlah bulb.

Pengamatan jumlah bulb dilakukan pada umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, 8 MST dan 10 MST. Jumlah bulb awal yang ditanam adalah tiga bulb, termasuk tunas muda. Hasil analisis ragam jumlah bulb menunjukkan bahwa jenis pupuk kandang, konsentrasi pupuk urea dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah bulb Onchidium Golden Shower (Tabel 4).



Tabel 4. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea Terhadap Jumlah Bulb Anggrek Oncidium Golden Shower (The effect of manure and urea level on tuber number Oncidium Golden Shower orchid).

Perlakuan (treatment)
Jumlah bulb (tuber number)
2 MST
4 MST
6 MST
8 MST
10 MST
Jenis Pupuk Kandang (manure)
A (Ayam) (chicken)
3,18
3,33
3,34
3,74
3,88
B (Kambing) (goat)
3,33
3,30
3,34
3,64
3,67
C (Sapi) (cow)
3,15
3,07
3,11
3,52
3,52
D (Kuda) (horse)
3,00
3,11
3,15
3,37
3,26
Konsentrasi Pupuk Urea (urea level)
P1 (0,6 g/l)
3,08
3,08
3,28
3,50
3,58
P2 (1,2 g/l)
3,14
3,17
3,14
3,53
3,55
P3 (1,8 g/l)
3,28
3,36
3,39
3,70
3,64


4. Panjang Daun Terpanjang.

Pengamatan panjang daun terpanjang dilakukan pada akhir pengamatan (10 MST). Daun terpanjang pada anggrek Onchidium Golden Shower adalah daun yang tumbuh pada ujung bulb. Munculnya daun terpanjang menandakan pertumbuhan vegetatif bulb anggrek Onchidium Golden Shower telah maksimal. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap panjang daun terpanjang (Tabel 5).

Interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi pupuk urea berbeda nyata berdasarkan uji BNT pada taraf 5% terhadap panjang daun terpanjang pada umur 10 MST. Perlakuan interaksi pada CP1 (24,96) menunjukkan panjang daun terpanjang yang paling tinggi nilainya (Tabel 6).


Tabel 5. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea Terhadap Panjang Daun Terpanjang (cm) Anggrek Oncidium Golden Shower (The effect of manure and urea level on leaf length Oncidium Golden Shower orchid).

Perlakuan (treatment)
Panjang Daun (leaf length)
10 MST
Jenis Pupuk Kandang (manure)
A (Ayam) (chicken)
22,63
B (Kambing) (goat)
21,99
C (Sapi) (cow)
23,54
D (Kuda) (horse)
22,60
Konsentrasi Pupuk Urea (urea level)
P1 (0,6 g/l)
22,90
P2 (1,2 g/l)
22,53
P3 (1,8 g/l)
22,65


Tabel 6. Pengaruh Interaksi Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea Terhadap Panjang Daun Terpanjang (cm) Anggrek Oncidium Golden Shower.(The interaction effect of manure and urea level on leaf length Oncidium Golden Shower orchid).

Perlakuan (treatment)
Panjang Daun (leaf length) 10 MST
P1
P2
P3
A (ayam ) (chicken)
23,17cd
23,50 de
21,22 a
B (kambing) (goat)
21,79 abc
21,22 a
22,96 bcd
C (sapi) (cow)
24,96 e
22,58 abc
23,33 bcd
D (kuda) (horse)
21,67 ab
22,80 bc
23,30 d

Angka-angka yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT pada taraf 5% (Numbers followed by the same letters are not significanly different at 5 % of LSD).


Pembahasan.

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dikatakan bahwa jenis pupuk kandang yang diuji tidak berbeda nyata, sehingga pengaruh yang diberikan terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah bulb, panjang daun terpanjang, dan persentase tumbuh sama.

Kandungan unsur hara dalam pupuk kandang sangat bergantung pada jenis ternak, jenis pakan, sifat kotoran, cara penyimpanan, pengolahan dan pemakaiannya. Hal ini seiring dengan pendapat Musnamar (2003) bahwa proses penguapan dan penyerapan dapat menyebabkan hilangnya unsur hara dalam pupuk kandang terutama unsur N sekitar 50 % dan unsur K 60 % hilang karena proses ini.

Salah satu faktor penyebab perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan adalah metode pengolahan pupuk kandang yang kurang tepat dan adanya pencucian yang cukup tinggi oleh air hujan. Dalam metode penelitian disebutkan bahwa pupuk kandang terlebih dahulu dikeringkan dibawah sinar matahari, kemudian disangrai. Di duga kedua tindakan tersebut menghilangkan kandungan unsur hara pupuk kandang akibat adanya penguapan.

Dugaan lain adalah perbandingan campuran media yang digunakan merupakan salah satu faktor penyebab adanya pengaruh pupuk kandang yang tidak nyata terhadap pertumbuhan anggrek Oncidium Golden Shower. Jenis campuran yang digunakan adalah sekam padi dengan perbandingan 2 : 1. Menurut Untung (2000) sekam bersifat higroskopis, namun proses pelapukannya cukup lambat. Hal ini mengakibatkan hara yang ada digunakan oleh mikroorganisme untuk dekomposisi sekam.

Pada dasarnya sekam padi memang sangat baik untuk memperlancar perkolasi dalam media. Namun perkolasi yang terlalu tinggi akan mengakibatkan adanya pencucian hara oleh air hujan maupun air siraman. Curah hujan yang cukup tinggi (306,13) selama penelitian menyebabkan adanya proses pencucian hara pupuk kandang. Menurut Atjung (1988) bahwa air yang mengalir keluar dari wadah media (pupuk), maka sari pupuk kandangpun ikut mengalir dengan air.

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan penyemprotan konsentrasi pupuk urea tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower. Curah hujan yang tinggi pada awal pelaksanaan penelitian menyebabkan adanya pencucian perlakuan dosis pupuk urea. Setelah dilakukan penyemprotan seringkali hujan turun, sehingga unsur hara yang diberikan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman secara optimal. Hal ini merupakan salah satu faktor adanya pengaruh perlakuan dosis penyemprotan pupuk urea tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan dari umur 2 MST sampai 10 MST.

Hasil rata-rata pada setiap peubah pengamatan menunjukkan bahwa tanaman yang disemprot dengan dosis 1,8 g/l air (P3) menghasilkan nilai rataan tertinggi terhadap jumlah daun dan jumlah bulb (tabel 2 dan 5). Sedangkan peubah tinggi tanaman dan panjang daun terpanjang nilai rataan tertinggi pada konsentrasi 0,6 g/l air (P1).

Hal ini merupakan indikasi bahwa penyemprotan konsentrasi pupuk urea yang diuji masih menunjukkan pengaruh walau tidak berbeda nyata. Diduga hal ini disebabkan pengujian interval konsentrasi yang digunakan terlalu rendah, sehingga hasil yang ditunjukkan tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman.

Namun gejala kekurangan dan kelebihan nitrogen pada tanaman tidak ditemukan, seperti yang dikemukakan oleh Gunawan (1999) bahwa tanaman yang kekurangan N menunjukkan gejala daun yang berwarna hijau muda – hijau, gejala ini muncul pada daun tua kemudian dapat diamati pada seluruh daun. Daun yang baru muncul makin kecil dan tanaman juga kerdil. Sebaliknya kelebihan N tanaman menunjukkan pertumbuhan batang dan daun yang cepat namun batang lemah dan pembungaan terhambat.


KESIMPULAN

Dari hasil penelitian Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Anggrek Oncidium Golden Shower dapat disimpulkan bahwa :

1. Penggunaan beberapa jenis pupuk kandang (kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing, dan kotoran kuda) dan konsentrasi pupuk urea memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Oncidium Golden Shower sampai umur 10 MST.

2. Interaksi antara jenis pupuk kandang dengan konsentrasi pupuk urea berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 2 MST, dan panjang daun terpanjang pada umur 10 MST.


PUSTAKA

1. Atjung, 1975. Tanaman Hias. C.V. Yasaguna. Jakarta

2. Gunawan, L. W. 1999. Budidaya Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta

3. Hendaryono dan D.P.Sriyanti. 1998. Budidaya Anggrek dengan Bibit dalam Botol. Kanisius. Yogyakarta.

4. Musnawar, E. I. 2003. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta

5. Sandra, E. 2002. Membuat Anggrek Rajin Berbunga. P.T. Agro Media Pustaka. Jakarta

6. Soeryowinoto, S. M. 1974. Merawat Anggrek. Kanisus. Yogyakarta.

7. Soeryowinoto, S. M. dan M. Soeyowinoto. 1997. Perbanyakan Vegetatif pada Anggrek. Kanisus. Yogyakarta.

8. Untung, O. 2002. Hidroponik Sayuran Sistem NFT (Nutrient Film Technique). Penebar Swadaya. Jakarta.


SUMBER : Elfarisna, Parsan dan Sularno. 2004. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan Vegetatif Anggrek Oncidium Prosiding Seminar Nasional Florikultura, Bogor, 4-5 Agustus: 71 – 78

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar